Mengenal Penyakit Hernia Lebih Dalam

Posted by regina on under Artikel Kesehatan | Be the First to Comment

Penyakit hernia

Penyakit hernia

Penyakit hernia biasa dikenal sebagai penyakit turun berok yang terjadi pada laki-laki dewasa. Apa itu sebenarnya turun berok? Dan apa memang benar penyakit hernia hanya dapat menyerang laki-laki dewasa?

Penyakit hernia merupakan penyakit yang timbul akibat turunnya buah zakar seiring melemahnya lapisan otot dinding perut.

Memang penderita penyakit hernia kebanyakan adalah laki-laki, dan bisa bahkan biasa terjadi pada anak-anak.

Dan beberapa kasus yang penulis jumpai adalah, banyaknya kini anak perempuan bahkan bayi yang terkena penyakit hernia yang biasanya terjadi karena pola makan dan hidup ibu saat mengandung kurang sehat, atau bisa juga karena kelainan sejak lahir.

Penyakit Hernia dan Penyebabnya

Berasal dari bahasa latin (hernia), merupakan menonjolnya isi suatu rongga melalui jaringan ikat tipis yang lemah pada dinding rongga.

Dinding rongga yang lemah itu membentuk suatu kantong dengan pintu berupa cincin. Gangguan ini sering terjadi di daerah perut, dengan isi yang keluar tersebut merupaka bagian dari usus.

Penyakit Hernia yang terjadi pada anak-anak biasanya terjadi karena kurang sempurnanya procesus vaginalis untuk menutup seriring dengan turunnya testis atau buah zakar.

Sementara pada orang dewasa biasanya disebabkan karena adanya tekanan yang tinggi dalam rongga perut dan karena faktor usia yang menyebabkan lemahnya otot dinding perut.

Waspadai Gejala Penyakit Hernia Agar Penanganan Tidak Terlambat

Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Pada awalnya, gejala yang dirasakan oleh penderita adalah berupa keluhan benjolan di lipatan paha. Biasanya akan timbul bila berdiri, batuk, bersin, mengejan atau mengangkat barang-barang berat. Benjolan dan keluhan nyeri itu akan hilang bila penderita berbaring.

Hernia dapat berbahaya bila sudah terjadi jepitan isi hernia oleh cincin hernia. Pembuluh darah di daerah tersebut lama-kelamaan akan mati dan akan terjadi penimbunan racun.

Jika dibiarkan terus, maka racun tersebut akan menyebar ke seluruh daerah perut sehingga dapat menyebabkan terjadinya infeksi di dalam tubuh. Sebenarnya tidak semua hernia harus dioperasi.

Bila jaringan hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin hernia pada anak lebih elastis.

Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi, penyakit hernia.

Related posts:

  1. Mengenal Lebih Jauh tentang Jahe

Add A Comment